Friends of Abdul Halim Utama (AHU) in SMPN 1 Bogor
Showing posts with label gathering. Show all posts
Showing posts with label gathering. Show all posts

2007/12/21

Pengakuan Seorang Korban 1 (bagian 2)

Tim editor kini kembali dengan bagian kedua daripada pengakuan korban 1. Silakan pembaca simak pengakuan berikut ini, dengan penyuntingan seperlunya,

PART II
.....

setelah itu A.H.U berulang kali mengirimiku msg yang isinya rasanya tak tega untuk kuungkapkan disini... namun aku sudah memberikan soft copynya kepada tim editor, terserah kepada beliau jika ingin mempublikasikannya....

lalu kemudian aku mulai menangkap gejala- gejala perlakuan menyimpang A.H.U, hal ini diawali dengan sebuah kejadian yang akan selalu kuingat... ketika itu saat aku sedang makan malam di kamar..,, tiba- tiba handphone berdering pertanda ada sms masuk, ternyata itu adalah sms dari salah seorang temanku, seorang mahasiswa ITB jurusan senirupa, sebut saja namanya A, yang aku heran seingatku aku belum pernah memberikan ni ho ku kepada dia, karena kebetulan ketika itu aku memang baru saja berganti no. hp. isi sms nya kurang lebi seperti ini "jadi apa jawabannya? -A-" aku yang keheranan dengan isi sms A pun membalas "maksudnya apa? n tau no hp gw darimana?" kemudian dia mengatakan bahwa dia mendapatkan nomor hp ku tadi siang ya dari aku sendiri ketika chating ddenganku di sebuah channel tempat kami biasa bercakap- cakap. Akupun terkejut karena seingatku aku tidak chating di sana tadi siang. Singkat cerita kami pun bercakap- cakap dan akhirnya aku mengetahui bahwa seseorang memalsukan diriku dan menyebarkan nomer hp ku.


bersambung...

Editor akan kembali dengan pengantar menuju bagian ketiga dengan tema yang sangat mencengangkan dan bizzare tersebut.

Telah diklarifikasi pula bahwa admin forum Jadul tidak memiliki fasilitas maupun wewenang untuk membaca private message (PM) dari membernya, hal ini berlawanan dengan teorama yang dikemukakan Abdul Halim Utama (AHU) dalam post sebelumnya.א

Untuk keterangan lebih lanjutnya silakan simak blog narasumber di http://lunary.blogs.friendster.com/m00n/2007/12/part_iisetelah_.html

2007/12/06

Pengakuan Seorang Korban 1 (bagian 1)

Gempar! Hanya itu yang tim Abdul Halim Utama (AHU) Watch dapat sampaikan, ketika seorang narasumber terpercaya diminta menuliskan kisah dirinya yang berkenaan dengan AHU.

Berikut adalah kutipan langsung dari blog narasumber sekaligus korban daripada polah tingkah seorang AHU,

PART I

Sudah beberapa hari setelah tim A.H.U watch memintaku untuk membeberkan cerita ini, cerita yang sebenarnya tidak ingin kuingat lagi. Namun setelah mempertimbangkan bahwa ini adalah sebuah kebenaran yang memang harus diungkap, maka akhirnya saya, memutuskan untuk menceritakan perihal kejadian memalukan ini.

Kejadiannya beberapa tahun yang lalu, ketika itu saya merupakan salah satu member yang masih cukup aktif di sebuah forum diskusi bernama jadul, begitu pula halnya dengan A.H.U, saya adalah member yang sangat sering ditindas dan dicela oleh member- member lainnya, namun begitu saya tetap berbaik hati dan sangat penyabar dan tidak pernah mendoakan yang jelek- jelek :">. Ketika itu saya mengenal A.H.U hanya sebatas mengetahui bahwa A.H.U adalah salah satu member yang cukup dikenal di forum, yang sering berkoar- koar tentang agama yang dianutnya, dan merupakan satu dari sekian sedikit member yang masih perjaka, tanpa mengetahui asal usul nya yang kelam, catatan sejarah kejahatan yang dilakukannya, ataupun hal- hal hina dan nista lain yang kerap diperbuat oleh mahluk yang tampaknya sudah tidak punya kelamin ini. Lalu tibalah hari dimana saya akhirnya bisa bertatap muka dengannya pada suatu kesempatan di acara gathering jadul pasundan, saya lantas mengetahui bahwa ternyata dia berada di Universitas yang sama dengan saya, hanya saja angkatannya berbeda. Sungguh, sejak awal dan akhir acara tidak tampak bahwa mahluk ini mempunyai lubang besar di otaknya, dia berperilaku sebagaimana layaknya orang- orang normal, dia berjalan, naik tangga, duduk, bahkan dia makan! Subhanallah sekali ya…

Lalu setelah hari itu berlalu, hari- hari selanjutnya saya lalui dengan berinteraksi seperti biasa dengan yang bersangkutan dan juga member- member lainnya. Namun ada yang aneh dengan perilaku A.H.U, dia mulai sering mengirimi saya message di Friendster, tanpa maksud dan tujuan yang jelas. Lalu dia menjadi sering chating di tempat saya biasa chating, Sedikitpun saya tidak menaruh fikiran buruk atas sikap dan perilakunya dan saya pun meladeninya seperlunya saja. Sampai suatu hari saya menerima sebuah message di Inbox saya yang isinya kurang lebih seperti ini .." bisa bantu saya tidak sar..?" lalu sebagaimana layaknya org membalas messege tentu saja saya berkata "bantu apa?", kemudian ybs membalas dengan sebuah pesan yang membuat saya terbahak- bahak itoe poen, "bagaimana caranya agar saya tidak memikirkanmu terus menerus?" sungguh ketika itu saya tergoda untuk membeberkan kepada seluruh dunia bahwa seorang A.H.U ternyata bisa memiliki ketertarikan terhadap lawan jenis, hanya saja ketika itu sisi kemanusiaan saya timbul (yang tentu saja sangat saya sesali sekarang), sehingga saya tidak jadi menyebarkan berita yang sangat spektakuler tersebut, juga ketika yang bersangkutan mengatakan agar saya tidak membalas pesan2 dia dari forum jadul karena dia takut para admin dapat membongkar inbox ybs...

to be continued...

Untuk lebih lengkapnya, silakan kunjungi blog narasumber di http://lunary.blogs.friendster.com/m00n/ א

2007/06/06

Ujud Abdul Halim Utama (Bag. 1)

Ini adalah foto Abdul Halim Utama (AHU) yang diambil pada hari Minggu, 4 Desember 2005 dalam rangka gathering forum Jadul di Ciwalk, Bandung. Acungan jari (birdie) yang dilakukan AHU pada foto ini dalam versi lain telah disensor, entah demi kebaikan AHU sendiri atau demi kebaikan pihak yang melakukan sensor.

Patut diketahui bahwa dalam gathering ini, AHU tidak turut serta membawa ibunya. Hal ini patut dipertimbangkan karena dalam gathering sebelumnya pada tahun yang sama di Jakarta, AHU turut serta membawa ibunya dengan alasan AHU dan ibunya baru saja berkunjung ke rumah neneknya di Menteng, Jakarta Pusat.

Tentu saja karena ibunya tinggal di Bogor, sementara AHU indekost di Bandung. Maka tidak bisa dipungkiri oleh AHU bahwa ibunya tidak mungkin menemaninya setiap saat. Apakah keadaan ini menguntungkan atau merugikan AHU, tim editor masih mengadakan investigasi lebih lanjut א